Sabtu, 03 Februari 2018

Siapa Rg Bagus Warsono


Rg Bagus Warsono nama lainnya Agus Warsono  atau Bagus Warsono lahir di Tegal, Jawa Tengah, 29 Agustus 1965,  umur 49 tahun adalah sastrawan Indonesia . Menulis sejak bangku sekolah berupa puisi di Pikiran Rakyat Edisi Cirebon, dan sejak tahun 1985 menulis puisi, cerpen, cerpen anak dan artikel di berbagai media massa di antara lain majalah Gentra Pramuka, Bekal Pembina, Mingguan Pelajar, Pikiran Rakyat, Suara Karya, Binakop, Bhinneka Karya Winaya, Suara Guru, dan Suara Daerah. Buku puisinya antara lain Bunyikan Aksara Hatimu 1992 diterbitkan Sibuku Media  2014 ; Jangan Jadi sastrawan , Indhi Publishing 2014 ; Jakarta Tak Mau Pindah diterbitkan  Indhie publishing, Jakarta 2014 ; Si Bung, Leutikaprio , Yogyakarta 2014; Surau Kampung Gelatik  diterbitkan  Sibuku Media , Jogyakarta 2015  dan Mas Karebet , Sibuku Media , Yogyakarta 2015. Selain sebagai penyair, dia mendirikan Himpunan Masyarakat Gemar Membaca (HMGM). Sebagai seorang sastrawan ia dikenal  juga seorang pelukis yang tinggal di sanggar sastra dan lukis Meronte Jaring di Indramayu Jawa Barat Indonesia. Kehidupan pribadi :Setamat SPG melanjutkan ke UTPGSD , kemudian ke STAI Salahudin di Jakarta, dan Mengambil Magister STIA Yappan Jakarta. Sambil menjadi Guru , dia menggeluti profesi sebagai jurnalis sejak tahun (1992), reporter Majalah Gentra Pramuka dan Hamdalah (1999), dan pengamat sinetron. Kini, Rg Bagus Warsono adalah pengasuh sanggar sastra Meronte jaring di Indramayu yang didirikan 2011 dan coordinator Himpunan Masyarakat Gemar membaca sejak tahun 1992. Sejak tahun 2014 dia adalah penggagas antologi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia yang dikelolanya sejak 2013 untuk mendokumentasikan karya-karya penyair terkini dari seluruh Indonesia yang pada Lumbung Pusi sastrawan Indonesia 3 diterbitkan oleh Sibuku Media Jogyakarta, 2015. Aktif sebagai penggagas, kurator, editor, sekaligus ikut membidani terbitnya buku Saksi Ibu Melihat reformasi 2012. Karya Pribadi:Bunyikan Aksara Hatimu ( Sibuku, Jogyakarta 2014),Jangan Jadi sastrawan (Indie Publishing, Jakarta 2014), Jakarta Tak Mau Pindah (Indie Publishing, Jakarta 2014), Si Bung (Leutikaprio , Jogyakarta 2014),Mas Karebet ( Sibuku, Jogyakarta 2015),Surau Kampung Gelatik ( Sibuku, Jogyakarta 2015), Satu Keranjang Ikan (Sibuku, Yogyakarta 2016). Karya bersama :Puisi Menolak Korupsi,Memo untuk Presiden, Puisi Anti Terorisme,Tifa Nusantara 1,Tifa Nusantara 2, Sakarepmu. Kiprah kesenian: Menyelenggarakan berbagai Lomba Baca / cipata Puisi , dan mengasuh remaja belajar sastra di sanggar Meronte Jaring , Indramayu Jawa Barat  , dan menggagas terbitnya dokumentasi puisi sastrawan Indonesia yang diberi nama Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.Penghargaan :Penulis Cerita Anak Depdikbud 2004

Sebab nama pengarang belum menjamin mutu isi buku



Sekedar memenuhi rak buku, atau memperbanyak koleksi perpustakaan pribadi. Penawaran buku berupa cover tak menjadi masalah. Artikel ini memberikan sekadar memberikan motovasi agar pembaca pun mulai seletif terhadap buku yang ditawarkan. Mulailah dengan peningkatan kadar pilihan literatur yang sesuai dengan kebutuhan tingkat usia, kesukaan, dan pendidikan. Khusus buku sastra maka pahamilah sastra itu sendiri dan perkembangannya. Bacaan sastra telah populair dan modern dalam perkembangannya. Anggapan sebuah bacaan sastra atau bukan telah menjadi problematika di dunia sastra dewasa ini. Genre-genre baru bermunculan dan banyak penafsiran. Ada yang ortodok ada yang pragmatis.

Untuk pemilihan buku sebaiknya membaca terlebih dahulu E Book judul buku tersebut, maksudnya agar pilihan buku menjadi tidak kecewa.

Electronic Book atau buku elektronik. E-book tidak lain adalah sebuah bentuk buku yang dapat dibuka secara elektronis melalui komputer. E-book ini berupa file dengan format bermacam-macam, ada yang berupa pdf (portable document format) yang dapat dibuka dengan program Acrobat Reader atau sejenisnya. Ada juga yang dengan bentuk format htm, yang dapat dibuka dengan browsing atau internet eksplorer secara offline. Ada juga yang berbentuk format exe.

Tetu tidak semua penawaran buku yang bermutu menggunakan E Book namun setidaknhya gambaran itu dapat dilihat dari sekilas isi buku itu. Sebab nama pengarang belum menjamin mutu isi buku sastra, karena daya cipta sastra itu tidak

"penyair makan penyair".

Ide itu jangan dipendam

Sekecil apa pun sebuah ide merupakan sebuah gagasan untuk dapat dikembangkan. Ide yang tinggi dan besar berat utuk diusung sendiri, sebaliknya ide kecil belum tentu terlaksana.

Ide pun perlu dipadukan dengan ide lain agar menjadi lebih mendapat dukungan sukses. Sebab ide terlaksana dengan kemampuan pengembangan gagasan. jika tak mungkin sendiri kenapa tidak kita mengajak orang lain untuk memberi dukungan menggagasnya.

Sebagai contoh membuat buku. Membuat buku perlu kerja sungguh-sungguh agar tidak percuma. Kini banyak penerbit Publising menjanjikan lebih murah dan fasilitas ini itu. Tetapi apa yang diharapkan tak mampu untuk kepuasan penulisnya. Sebab ketika naskahmu masuk dan dicetak, penerbit akan mentertawakanmu jika Anda mengharap banyak. Apalagi buku yang dicetak oleh penerbit itu ribuan banyaknya.

Nah dengan bergabung dengan temanmu yang dipercaya akan diperoleh manfaat dari bertukar pikiran. Tetapi jangan salah pilih, sebab bukan tidak mungkin ada "penyair makan penyair".
(rg bagus warsono)

Kamis, 11 Mei 2017

Rg Bagus Warsono Luncurkan Lumbung Puisi Jilid V

Untuk ke V kalinya Rg Bagus Rarsono, sastrawan kenamaan asal Indramayu meluncurkan Lumbung Puisi kali ini sudah pada jilid V. Buku yang bakal mengundang kontroversial ini diakibatkan karena buku ini kerap menjadi perguncingan karena bertema Sex.